Palembang – Ratusan massa tergabung dalam Organisasi Garda Prabowo DKD Sumsel melakukan aksi demonstrasi di Mapolda Sumsel, Senin 10 Februari 2025.
Dalam aksinya, mereka menyampaikan laporan terakti penggunaan dana BOS TA 2020-2024 di sejumlah SMA dan SMK yang ada di Sumsel.
Diketahui, sejumlah sek0lah yang dilaporkan tersebut yakni:
- SMK Negeri 1 Prabumulih Rp15.657.006.270
- SMK Negeri 2 Prabumulih Rp12.868.626.552
- SMA Negeri 2 Prabumulih Rp8.992.315.000
- SMA Negeri 3 Prabumulih Rp7.628.400.000
- SMKS PGRI 2 Prabumulih Rp4.637.967.153
- SMAS PGRI Prabumulih Rp2.139.750.000
- SMA Negeri 7 Palembang Rp12.121.450.000
- SMA Negeri 2 Lubuk Linggau Rp10.908.428.000
- SMA Negeri 1 Rambutan Rp6.284.500.000
- SMA PGRI 01 Palembang Rp5.174.550.000
- SMA PGRI 02 Palembang Rp9.181.050.000
- SMK PGRI 02 Palembang Rp14.340.590.000
Ketua Satgasus Garda Prabowo DKD Sumsel Feri Yandi mengatakan, penggunaan dana bos sangat rentan terjadinya penyelewengan dan tindak pidana korupsi.

Oleh sebab itu sebagai kontrol sosial melaporkan prihal tersebut demi terciptanya tata kelolah dana bos yang bersih dari tindak pidana korupsi.
“Kami meminta Polda Sumsel untuk memeriksa seluruh keuangan PGRI di Sumsel yang diduga dijadikan ajang korupsi. Kami ketahui anggaran dana bos dari TA 2020-2024 mencapai puluhan miliar,” katanya.
Feri mengatakan, sesuai dari arahan dari Ketua Sumsel H Bana Djuni pihaknya akan terus konsisten menyampaikan jika kemudian adanya indikasi tindak pidana korupsi dalam penggunaan keuangan Negara.
Aksi tersebut dismbut Kanit II tindak pidana korupsi Ditreskrimsus Polda Sumsel Kompol Nazarudin menyabut baik aksi yang dilakukan telag berjalan damai.
“Kami merasa bangga karena telah menyampaikan dengan damai. Mudah-mudahan kami langsung menangani, dan nanti kami mohon dokumen-dokumen disampaikan ke kami kemudian kami minta besok dikoordinasikan terkait laporan yang disampaikan. Begitu juga denga laporan yang telah disampaikan kami telah menindaklanjuti,” katanya.







