Diskusi Menarik Mengenai Peran Media Massa dalam Pesta Demokrasi

by -241 Views

PALEMBANG, Beritasip.com-  Pembahasan materi mengenai Peran media massa dan demokrasi sangat menarik untuk menjadi bahan diskusi. apalagi materi yang disampaikan oleh orang yang sangat berpengalaman dan memiliki wawasan luas, serta sangat menguasai Materi makin memantik semangat para peserta sosialisasi mengenai pengawasan partisipatif, peran media masa dalam pengawasan pemilu 2024.

Duet kedua Narasumber yang berkompeten yang dihadirkan oleh Bawaslu Ogan Ilir, yaitu Ketua  Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Selatan Yenli Elmanoferi dan ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan, Firdaus Komar SIP MSi menyita waktu lebih dari 3 jam. Diskusi yang dimulai pukul 20.00 wib ini masih terus berlangsung hingga pukul 23.30 wib.

“Saya sangat mengapresiasi semangat para peserta. antusias para peserta dalam mengikuti kegiatan dan merespon materi yang disampaikan oleh narasumber. Jarang terjadi dalam satu sesi tanya jawab, ada 11 penanya,” jelas ketua Bawaslu Ogan Ilir, Darmawan Iskandar.

Sementara Yenli dalam penyamaran materinya yang disampaikan di The 1010 Hotel Palembang ini, mengatakan bahwa media sebagai penyambung, penyampai informasi, insting media perlu ditularkan kepada pengawas pengawas yang baru dilantik. Sangat pentingnya media menjadi mitra dalam proses pengawasan.

Dalam kesempatan ini, dia juga menyampaikan beberapa titik rawan pelanggaran dalam pelaksanaan proses pemilihan umum, yang nanti perlu ditingkatkan pengawasan.” Insting wartawan yang lebih cekatan dalam mencari informasi sangat baik ditularkan pada badan ad hoc kita, karena tugas kita sebagai pengawas pemilu Sangat penting memiliki insting seperti wartawan. sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik,” jelasnya.e

Sementara Ketua PWI Sumsel H Firdaus Komar dalam materi mengatakan bahwa Wartawan Indonesia menempuh cara cara yang profesional dalam melaksanakan tugas. Pemilu adalah satu bagian proses demokrasi, wartawan harus faham tahapan tahapan pemilu.

Menurut pria yang saat ini sedang dalam perjuangan menyelesaikan pendidikan Doktor di UNSRI ini, mengatakan setidaknya wartawan harus memiliki tiga hal penting agar dapat masuk dan berintegrasi dengan semua pihak. Karena termasuk juga pada penyelenggara pemilu.

“Ketiga hal tersebut diantaranya yang pertama adalah Etika, kedua pengetahuan dan ketiga adalah skill seorang wartawan dalam mengelola informasi yang di dapat dari hasil wawancara. Ketiga hal inilah yang membuat wartawan bisa masuk kesemua line” jelasnya.

Diketahui pelaksanaan sosialisasi malam ini juga dihadiri oleh Kasat intelkam Polres Ogan Ilir, komisioner Bawaslu Ogan Ilir, Karlina dan Idris, Plt Kepala sekretariat Bawaslu Ogan Ilir serta para Panitia (*)

BeritaSip.com