Hargai Perasaan Korban, Direktur Polsri Belum Arahkan Mahasiswa untuk Mediasi

by -146 Views
Foto: Direktur Politeknik Sriwijaya (POLSRI) Palembang, Dr.Ing.Ahmad Taqwa,MT

PALEMBANG,BeritaSip.com – Terkait adanya peristiwa pengeroyokan di kampus Politeknik Sriwijaya (POLSRI) Palembang, Dr Ing Ahmad Taqwa selaku Direktur memberikan tanggapan. Meurutnya, peristiwa tersebut terjadi akibat adanya ego masing-masing.

“Itu bagian riak kecil dari bagian proses pendidikan, setiap orang ada salah. Maka tentunya yang salah kata kuncinya siap paham mengetahui kesalahannya terus berubah dan bertanggungjawab sesuai koridor yang kesalahan diurusan hukum,tanggung jawab hukum dan itulah proses dia akan menjadi dewasa dan besar,” ujarnya Ahmad Taqwa saat diwawancarai, Selasa (2/11/2021)..

“Antar anak-anak sebenarnya ternyata sangat sederhana masalah Ego yang harus dilatih, kalo mengingat prestasi yang diceritakan tadi rasanya kecil masalah tersebut.tapi tetap harus kita kawal,” tambahnya.

Lebih jauh dikatakannya, untuk proses lselanjutnya, pihak kampus sendiri menyerahkan kepada pihak kepolisian. Untuk status para pelaku sebagian mahasiswa aktif sementtara yang lainnya merupakan alumni Polsri.

“Yaa kita kawal tidak sepenuhnya tapi tanggung jawab mereka ke ranah hukum kan dengan pihak berwajib. Sesuai dengan kondisi disini kan tidak bisa masuk maka 5 hari saja DO Jika ada proses dari kesalahannya akan dikaji kita ada dewan etik di senat. Jika dia sampai menghilangin nyawa itu paling berat tapi ini sudah kekerasan termasuk didalamnya, nanti kita lihat apakah skorsing nya seperti apa itu hal yang terberat sampai dikeluarkan,” tegasnya.

AT mengakui dari pihak kampus belum mengadakan mediasi antara kedua pihak karena harus menjaga perasaan korban.

“Harus tetapi kan kita jaga yang korbannya dulu menjaga perasaannya, yang korban kita jaga yang pelaku harus ada rasa bersalah dulu kan kuncinya. Intinya obati dulu yang terkena korban ditolong ,untuk mendidik itu proses ketenangan dalam belajar itu perlu,maka untuk yang terkena kita berikan jaminan ketenangan untuk belajar untuk yang membuat kesalahannya tebus kesalahannya harus Itu jentel namanya,” tandasnya. (Febri Gunawan)

BeritaSip.com