Palembang – Pemerintah Kabupaten Muara Enim terus melakukan aktifitas operasi pasar Murah. Hal ini pun dilakukan sama seperti Kabupaten lain demi menekan laju inflasi di daerah setempat. Bahkan, Pj Bupati Muara Enim H Ahmad Rizali bersama istrinya Hj Rose Mafiana mengisi libur akhir pekan dengan mengadakan pasar murah di Desa Pandang Bindu, Kecamatan Benakat, Minggu 25 Februari 2024.
Pj Bupati juga menegaskan bahwa Pemkab Muara Enim bersama pemangku kepentingan lainnya, baik TNI maupun Polri serta didukung Kejaksaan Negeri berkomitmen menyukseskan program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan dan juga Gerakan Pengendalian Inflasi Serentak Sumsel (GPISS) yang telah diluncurkan Gubernur Sumsel, Dr. H. Agus Fatoni, beberapa waktu lalu.
Namun, upaya Pj Bupati ini pun mendapat sorotan dari LSM Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA). Menurut Direktur Eksekutif SIRA, Rahmat Sandi Iqbal berdasarkan data dari BPS Sumsel per Januari 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Sumatera Selatan sebesar 3,35 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,66. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Muara Enim sebesar 6,31 persen dengan IHK sebesar 107,98 dan terendah terjadi di Kota Lubuk Linggau sebesar 2,01 persen dengan IHK sebesar 104,29.
Bahkan dalam waktu dekat SIRA akan meminta Pj Gubernur Sumsel untuk segera memberikan rekomendasi kepada Menteri Dalam Negeri agar PJ Bupati Muara Enim segera dilakukan evaluasi.
“Carikan penggantinya dengan yang lebih berkompeten. karena dinilai sudah gagal dalam mengatasi lonjakan harga komoditas. Sebagaimana ultimatum Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk para Penjabat (Pj) kepala daerah yang gagal menjaga angka inflasi akan dicopot dari jabatannnya. Dia meminta para Pj kepala daerah bisa cepat tanggap mengatasi lonjakan harga komoditas, karena penanganan inflasi ini adalah salah satu variable untuk mengukur kinerja Pejabat (PJ) Kepala Daerah,” tandasnya.
Menurut SIRA Kabupaten Muara Enim merupakan penyumbang inflasi paling tinggi di Sumsel dan dampaknya bagi Pemprov Sumsel adalah indikator capaian kinerja Pj Gubernur Sumsel dalam mengendalikan inflasi yang akan dianggap tidak maksimal.
“Sebab Kabupaten Muara Enim hari ini merupakan penyumbang inflasi paling tinggi di Sumsel dan dampaknya bagi Pemprov Sumsel adalah indicator capaian kinerja Pj Gubernur Sumsel dalam mengendalikan inflasi yang akan dianggap tidak maksimal nantinya,” kata Rahmat Sandi didampingi Rahmat Hidayat.
Adanya sorotan dari LSM, Pj Bupati Muara Enim pun mempersilahkan jika nanti adanya akan ada demo terkait inflasi di Kabupaten Muara Enim.
“Silahkan bae (saja),” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis 29 Februari 2024.
Untuk diketahui, hari ini Kamis (29/02) Masih dalam rangkaian upaya Pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam menekan laju inflasi, Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim H Ahmad Rizali kembali menggelar Operasi Pasar Murah yang kali ini diselenggarakan di Desa Air Mantai Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU) dan Desa Muara Tenang Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT).
Dikatakan oleh Pj. Bupati, pasar murah ini juga merupakan wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim bersama TNI dan Polri dalam menyukseskan program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan dan juga Gerakan Pengendalian Inflasi Serentak Sumsel (GPISS) yang telah diluncurkan oleh Pj. Gubernur Sumsel H Agus Fatoni beberapa waktu yang lalu.
“Semoga dengan terselenggaranya operasi pasar murah ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok dengan harga yang terjangkau ditengah-tengah kenaikan harga menjelang Bulan Suci Ramdhan sampai hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah mendatang,”tutur Pj. Bupati.
Melalui pantauan tim dilapangan, operasi pasar murah ini disambut antusias masyarakat setempat yang rela berbondong-bondong datang untuk membeli berbagai macam bahan pokok keperluan rumah tangga yang sebelumnya telah disubsidi oleh APBD Kabupaten Muara Enim sehingga harganya lebih murah Rp3.000,- s.d Rp6.000 dari harga dipasar.
Adapun beberapa bahan pokok yang dijajahkan dalam pasar murah pada kesempatan ini diantaranya, Beras Premium (Rp63.000 per 5 kg), Beras Medium SPHP Bulog (Rp54.500 per 5 kg) , Gula Pasir (Rp12.000 per kg), Minyak Goreng (Rp11.000 per liter) Tepung Terigu (Rp8000 per pcs), Tepung Tapioka (Rp8000 per pcs), Susu SKM (Rp8000 per pcs), Mentega (Rp5000 per pcs) dan Sirup ABC (Rp10.000 per botol). (Rian)






