Palembang – Warga desa Danau Cala, Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin dikabarkan mengeluh akibat program serasi di lokasi tersebut diduga tak berpungsi dan terkesan asal-asalan.
Berdasarkan informasi yang diterima redaksi media ini, bahwa program Serasi di Desa Danau Cala Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin itu menelan anggaran hingga puluhan miliar.
Namun, dari hasil program tersebut dikabarkan kanal tidak ada pintu air, sawa kering. “Kalau musim hujan sawa banjir petani gagal panen, dana serasi 20 miliaran luas sawa kurang lebih ribuan hektar,” kata salah satu narasumber yang tidak disebutkan namanya.
Dikatakan, kerugian sawah gagal panen kalau tiga ribu hektar dalam 1hektar 5 ton dikalikan Rp 4000 maka Rp20 juta. Sedangkan junlah lahan tersebut dikatakan mencapai 3 ribu hektar sehingga dikalkulasi Rp6 miliar kerugian petani gagal panen dilahan.

“Untuk satu tahunya Serasi 2019 gagal panen sampai 2022 kalau dikalikan seluruhnya 18 miliar kerugianya pak. Sementata lias lahan sekitar 4 ribu hektar,” ungkap narasumber.
Lebih jaih dikatakan, sampai saat ini program serasi tersebut dikatakan tidak ada manfaat bagi warga Desa Danau Cala bahkan pengatur arus airpun saat ini dilabarkan tidak berpungsi melainkan semak belukar yang kerap kebanjiran disaat musim hujan.

Terkait hal ini, tim media akan menindaklanjuti kabar tersebut dan masih dalam upaya mengkonfirmasi kepada pejabat yang bersangkutan.
Diketahui, saat ini permasalahan program serasi tengah menjadi sorotan publik dan ada yang masih ditangani Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan seperti di Kabupaten Banyuasin yang telah menetapkan sejumlah tersangka.(Rian)









