Prabumulih, BeritaSip.com – Pandemi virus Corona Disease 2019 (Covid-19) memberikan dampak yang luar biasa terhadap semua sektor kehidupan manusia, termasuk dunia pendididikan. Saat tingginya kasus pasien Covid-19 di seluruh penjuru tanah air, pemerintah mengambil langkah untuk menerapkan pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) dengan tujuan untuk memutuskan rantai penyebaran virus corona terutama bidang pendidikan termasuk di Kota Prabumulih.
Kota Prabumulih, salah satu Kota kecil di Sumatera Selatan (Sumsel) dengan ukuran seluas sebesar 434,50 km², memiliki penduduk ± 200.000 jiwa dan banyak satuan pendidikan. Mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah menengah atas (SMA) sederajat, baik negeri maupun swasta hingga Perguruan Tinggi, yaitu Yayasan Pendidikan Prabumulih (YPP).
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih 2021, satuan pendidikan di Kota Prabumulih yakni 97 PAUD negeri dan swasta, 107 SD negeri dan swasta, 28 SMP negeri dan swasta, 16 SMA negeri dan swasta, 17 lembaga pendidikan non formal dan satu perguruan tinggi.
Saat pemerintah memberlakukan kebijakan untuk menerapkan Pembelajara dari Jarak Jauh (PJJ), berbagai permasalahan mulai muncul. Karna di Kota Prabumulih masih banyak sekolah yang belum tersentuh oleh jaringan internet, bahkan di setiap Kecamatan yang ada di Kota Prabumulih, seperti Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), Kecamaan Prabumulih Barat dan Kecamatan Prabumulih Selatan hingga Kecamatan Cambai masih ada beberapa Desa yang belum tersentuh jaringan internet secara maksimal.
“Di Kota Prabumulih sebagian besar Kecamatan masih ada Sekolah yang belum bisa mengandalkan jaringan internet secara maksimal untuk pelaksanaam PJJ. Selain itu, tidak semua siswa memiliki sarana belajar seperti android, jadi pihak sekolah harus mencari solusi alternatif untuk menyelesaikan permasalahan baru karena tidak bisa melaksanakan belajar tatap muka,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih, Kusron, saat dibincangi, Senin (6/9/2021).
Setelah satu tahun berlalu penerapan PJJ dan Daring, kemudian ada kebijakan Pemerintah, yaitu Surat Edaran Gubernur Sumatera Selatan nomor 042/SE / Disdik.SS/ 2020 tentang penyelenggaraan pembelajaran satuan pendidikan PAUD, TK, SD, MI SMP MTS, SMA, SMK, SLB dan satuan pendidikan lainnya pada tahun ajaran 2020-2021 di masa pandemi Corona virus disease 2019 (Covid-19).
Dengan demikian, beberapa sekolah dengan sarana lengkap sudah berani membuka sekolah dan mencoba belajar tatap muka terbatas. Itupun mendapatkan dukungan penuh Wali Kota Prabumulih, namun dengan syarat harus ada persetujuan dari orang tua siswa dan berdasarkan keputusan bersama Menteri Pendidikan Kebudayaan, Menteri agama menteri kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran 2020-2021 tahun akademik masa pandemi virus Corona.
Dengan adanya kebijakan untuk penerapan pembelajaran secara tatap muka terbatas, lalu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih juga mengeluarkan surat edaran nomor 420/ 677/ Disdikbud.Pbm/ 2020 perihal pelaksanaan pembelajaran tatap muka.
Kebijakan itu berkali-kali gagal diterapkan, karena Kota Prabumulih masih ditetapkan sebagai zona merah dengan tingkat kematian pasien positif corona saat itu masih tinggi, namun Pemerintah Kota Prabumulih tidak putus asa.
Bahkan saat masuk tahun ajaran baru, semua jenjang pendidikan telah menerapkan pembelajaran sistem tatap muka dengan protokol kesehatan secara ketat pada Senin (12/7/2021). Namun, Pemerintah Kota Prabumulih kembali menerapkan pembelajaran sistem daring pada esok harinya, karena Gubernur kembali mengeluarkan edaran penundaan tatap muka.
Nah, dengan mempertimbangkan kesehatan keselamatan siswa, guru, kepala sekolah dan seluruh warga sekolah di wilayah Sumatera Selatan, lalu diterbitkan surat edaran terkait penyelenggaraan pembelajaran tatap muka pada satuan pendidikan di Sumatera Selatan yang ada di daerah berzona hijau. secara bertahap karena usulan dari sekolah serta orang tua.
Wali Kota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya mengambil kebijakan untuk tatap muka tersebut, merupakan wujud kepedulianya terhadap dunia pendidikan, terutama generasi masa depan Kota Prabmulih yang kwalitasnya tentu akan menurun tanpa belajar. Selain itu, dukungan terhadap program lokal yaitu Baca tulis al Qur’an (BTA) yang masuk dalam muatan lokal di satuan pendidikan tingkat SD yang harus disukseskan di Kota Prabumulih.
“Saya sedih jika dimasa kepemimpinan aku, masih banyak anak-anak yang tidak bisa mengaji dan shalat. Saya juga sedih nanti anak-anak kita makin bodoh karena keranjingan main gadget efek dari penerapan pembelajaran melalui Hp, karena itu saya ngotot memperjuangkan untuk belajar tatap muka di Sekolah,” ujar Wali Kota Prabulih, Ir H Ridho Yahya, saat dibincangi usai upacara, Senin, (15/11/2021).
Analisis SWOT (Strength, Weaekness, Opportunities, dan Threats) berdasarkan pengamatan dan wawancara pada Kepala Sekolah, guru, siswa dan orang tua siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran daring dan pencapaian prestasi Satuan Pendidikan di Kota Prabumulih, diantaranya adalah :
1) Strengths (Kekuatan)
a.Guru lebih kreatif menyampaikan materi dan dapat memilih model serta metode yang menarik guna dapat terlaksana tujuan pembelajaran.
b.Kedua kemampuan guru, peserta didik dan orang tua meningkat dalam menggunakan teknologi.
c.Ketiga tidak terbatas ruang dan waktu sehingga pembelajaran daring dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, serta memberikan tambahan referensi pembelajaran sebagai pembanding dan meningkatkan kemampuan.
d.Skil siswa sudah terlihat dari sertifikat yang dikumpulkan.
2) Weakness (Kelemahan)
a.Kurangnya sarana prasarana bagi peserta didik, belajar tidak efektif.
b.Kemampuan sebagian anak tidak maksimal dalam mengoperasikan android sehingga tidak bisa maksimal belajar, ketiga kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak.
c.Banyaknya materi yang harus disampaikan membuat siswa bosen.
3)Opportunities (Peluang):
a.Membangun sikap aktif bertanya dan kritis dalam diri peserta didik.
b.Integrasi teknologi antar guru dan siswa yang memberikan serta menyesuaikan diri dengan perkambangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
c.Melihat karakter siswa satu persatu.
d.Tidak banyak siswa memanfaatkan kesempatan untuk berkompetisi.
4) Threats (Ancaman)
a.Kesehatan anak terganggu karena kecanduan bermain gadget.
b.Pergeseran cara pandang belajar.
c.Tidak optimalnya sistem pengajaran guru.
d.Siswa tidak saling perhatian, bahkan siswa baru tidak saling mengenal.
Sekolah Tetap Melayani Siswa Datang ke Sekolah
Setelah Pemerintah Kota Prabumulih mengeluarkan edaran terkait penundaan pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka terbatas, pihak sekolah terus menerima kunjungan dari para wali siswa. Hal ini tidak bisa dihindari, pasalnya masyarakat Kota Prabumulih berada pada tarap perekonomian yang berbeda beda.
Kekecewaan yang mendalam dari para masyarakat yang sudah sangat berharap dapat mengikuti kegiatan pembelajaran secara tatap muka. Sehingga harus menyesuaikan untuk memenuhi kebutuhan siswa, terutama yang tidak bisa mengikuti kegiatan pembelajaran Daring.
Seperti yang diungkapkan Kepala Sekolah SDN 56 Prabumulih, Yuli Heryani, saat di sambangi Kamis (15/7/2021).
“Tingkat perekonomian siswa di sekolah ini berbeda beda. Kadang kita menilai tidak mungkin, namun pada kenyataanya kita tidak tau. Karena itu kita tetap memberikan pelayanan kepada para siswa yang tidak bisa ikut belajar daring, untuk datang ke sekolah,” jelasnya.
Kedatangan siswa ke sekolah juga berbeda-beda, ada yang hanya mengambil tugas saja, bahkan ada yang konsultasi dengan guru terkait proses pembelajaran yang tidak bisa diikuti dari jarak jauh.
“Kita memang tidak melibatkan banyak siswa untuk melaksanakan kegiatan di sekolah, Namun kita tidak menutup kemungkinan ada yang datang, guru ada saja yang langsung membagikan buku dan tugas untuk siswa yang tidak punya sarana belajar daring,” jelasnya.
Lebih jauh wanita ini mengatakan, untuk selanjutnya siswa dan guru kelas dapat berkonsultasi terkait keberlangsungkan kegiatan pembelajaran agar tidak ada yang tertinggal.
“Guru juga harus menyesuaikan tugas untuk siswa yang bisa belajar daring dengan yang luring, sehingga semua siswa mendapatkan materi pelajaran yang sama, dan tidak ada yang ketinggalan,” harapnya.
Diakuinya, memang agak repot, namun wanita ini memberikan motivasi agar para guru tetap semangat dalam menjalankan amanah sebagai pendidik, sebagai abdi negara yang berpartisipasi mencerdaskan anak bangsa. Guru bahkan melaksanakan tugas makin berat dimasa pandemi, bekerja hampir 24 jam. Karna masih ada saja orang tua siswa yang mengirim tugas pada malam hari, dengan alasan tidak bisa siang karena haya memiliki 1 handphone dan orang tua pekerja. Semuanya harus tetap dilayani.
Tetap Berpestasi Dimasa Pandemi
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih 2021, meski dimasa pandemi banyak peserta didik tetap eksis dan berhasil mempertahankan prestasinya.
Siswa beprestasi tahun 2021 di Kota Prabumulih tingkat SMP putra yakni, Juara 1 muhammad hafidz Ardani dari SMP Islahul Umah, juara 2 Athariq Dafiqih Elfabiosa dari SMP 5, juara 3 Kellen licius dari SMP Santa Maria. Kemudian untuk kategori putri yakni juara 1 atas nama keyla Ainun Naja dari SMP N 2, juara 2 Ayu Bulan Lestaei dari SMP Muhammadiyah dan juara 3 Aleydia Syifa Salsabila daei SMP Islahul Ummah.
Untuk tingkat SD, Juara 1 putra atas nama M Mirza Ukail dari SD 1 Prabumulih, juara 2 atas nama M Farih Athallah dari SD IT Alhasanah dan juara 3 atas nama Febrian Albino dari SD N 23 Prabumulih. Untuk kategori putri juara 1 atas nama Quaneisha Ageela dari SD Al Hasanah, juara 2 atas nama Aliyah Fakhira dari SD YPS 1 dan juara 3 yakni SanciaTamy Hardi dari SD Angely Kids.
Selain itu, Cindy Aulia sari, siswa kelas XII SMAN 3 Prabumulih berhasil meraih Juara 1 lomba comic Digital, Cantika haifa jasmine, juara 4 Gitar Solo, Anjar Pramudita, siswa kelas XI Juara 3 Teater Monolog, Natasya jovanca Nauli, Juara 3 lomba Cipta Lagu, Ikendry Siswa SDN 74 Prabumulih juara 2 lomba Catur tingkat Provinsi yang dilaksanakan oleh Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi).
Tak hanya itu, untuk lomba Batminton Series Gubernur Cup 2021, siswa dari SMAN 7 Prabumulih kelas XII IPS 3 atas nama Nurmunajad menyabet juara 1 tunggal putra, sementara juara 1 tunggal putri diraih oleh Zarkasi kelas X IPS 2.
Kemudian pada lomba Kompetisi Sains Nasional 2021 pelajar dari SD IT Al Hasanah dan pada lomba di hari lingkurangan hidup siswa SDN 8 dan dari SMPN Prabumulih pun mendapatkan juara.
Berada pada masa pandemi juga memberikan peluang lebih besar bagi satuan pendidikan untuk berkompetisi, karna jarangnya bertemu muka dengan siswa, tidak mudah mendapatkan siswa memiliki skill potensial. Namun hal berbeda dilakukan oleh SMPN 1 Prabumulih. Peluang yang besar ini dimanfaatkan untuk tetap bisa berprestasi dimasa pandemi.
“Banyak yang tidak bisa memanfaatkan peluang, karena tidak pernah bertemu muka maka sulit sekali mencari potensi siswa dari jarak jauh, sehingga trik kita adalah melihat dari syarat administrasi berapa lampiran sertifikat yang dikumpulkan saat Penerimaan Peserta Sidik Baru (PPDB) lalu, kemudian kita terus melakukan pembinaan sesuai skil masing-masing siswa. Sehingga pada saat tiba waktunya berkompetisi maka siswa yang dibina sudah siap,” ujar Kepala SMP Negeri 1 Prabumulih, Riantini.
Sekolah tertua di Kota Prabumulih ini juga terus berkomitmen untuk mempertahankan prestasi sekolah, sebagai acuan bagi sekolah lain. Selain siswa yang tetap bisa mempertahanpan prestasi, sekolah ini terkenal dengan lingkungan sekolah yang nyaman meski dilahan sempit.
Saat ini, sekolah tersebut sudah mulai melaksanakan aktivitas seperti biasa namun dengan suasana yang berbeda dengan keadaan sebelum masa pandemi. Sekolah ini menerapkan protokol kesehatan secara ketat, dengan semua sarana yang ada menjadikan salah satu sekolah percontohan untuk penerapan pembelajaran tatap muka dengan fasilitas dan sarana lengkap.
Semua orang yang masuk ke lingkungan sekolah harus menggunakan masker, mencuci tangan sebelum masuk lingkungan sekolah, lalu ukur suhu tubuh, jika diatas 37 derajat maka tidak diperbolehkan masuk. Dan ada lagi yang tidak dimiliki oleh sekolah lain, yaitu penyemprotan cairan disinpektan depan gerbang sekolah, dan pemasangan pembatas transparan disetiap meja siswa dan guru.
Kehadiran siswa ke sekolah memang dijamin keamanan dan kenyamannya, sehingga orang tua tidak ada alasan untuk khawatir sekolah di SMPN 1. Tahun ini setidaknya prestasi tingkat Kota hingga tingkat Provinsi dan tingkat nasional juga berhasil diraih oleh siswa di sekolah yang beralamat di Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara ini.
“Sebenarnya saya sangat sedih dengan keadaan ini. Harus menggunakan masker, Silaturrahmi yang dulu erat kini harus dibatasi bahkan semuanya saling curigai dan saling menduga bahwa kita membawa virus. Namun kita harus beradaptasi dengan kebiasaan baru seperti sekarang ini. Semua guru dan siswa diberikan masker dari sekolah, bahkan guru juga kita lengkapi Face shield dari sekolah. Kita sama sama berdoa semoga keadaan ini segera berakhir,” harapnya.
Tatap Muka jadi Solusi Untuk Keluarga Kurang Mampu

Berbagai permasalahan yang dihadapi, Bukan hanya oleh para guru, namun juga orang tua dan siswa yang membutuhkan solusi. Seperti yang dialami oleh salah seorang siswa SMA Negeri 3 Prabumulih, Jeni siswa kelas 10 MIPA 1.
Salah seorang warga Kelurahan Sukajadi ini saat di bincangi menuturkan bahwa, dirinya sangat repot saat harus belajar Daring. Karna dalam satu rumah hanya memiliki satu handphone android, sedangkan yang harus sekolah online itu ada tiga orang.
Karena itu, dengan adanya kebijakan Wali Kota Prabumulih untuk SD dan SMP yang sudah menerapkan pembelajan tatap muka terbatas, dirinya merasa sangat terbantu.
“Di SMA 3 belajarnya menggunakannya hybrid learning, ada saatnya harus zoommeeting atau tatap muka dari jarak jauh. Karena itu merasa sangat senang adik sudah sekolah tatap muka meski secara terbatas. Saya tidak harus terburu buru dan rebutan hp untuk belajar daring,” tutur Jenis.
Gadis manis ini juga sangat beruntung menjadi salah satu siswa di SMA Negeri 3 Prabumulih. Dirinya menjadi salah seorang siswa yang berhak mendapatkan bantuan pinjaman Tab Android. karena terkategori siswa yang dinilai layak mendapatkan bantuan pinjaman. Sehingga tidak harus berkejaran saat mendapatkan tugas pada waktu yang bersamaan.
Hal sama disampaikan oleh orang tua Jeni. Saat dibincangi, wanita ini merasa sangat kebingungan saat belum ada pinjaman HP dan siswa belum mengikuti pembelajaran tatap muka. Saat siswa semuanya belajar daring di dari rumah dirinya merasa bingung karena kebutuhan siswa tidak bisa terpenuhi.
“Kami selalu berkomunikasi dengan guru untuk meminta Jam tambahan saat pengiriman tugas belajar daring terlambat karena HP dipakai untuk 2 orang,” tuturnya menceritakan kisahnya.
Wanita berjilbab ini merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pihak sekolah, yang sudah menjadikan Jeni putrinya salah seorang penerima pinjaman Android dari sekolah.
“Alhamdulillah yang penting anak-anak bisa belajar walaupun berada pada masa pandemi dengan memiliki sarana yang lengkap maka anak tetap bisa belajar,” jelasnya.
Ini salah satu keluhan yang dialami oleh orang tua siswa saat belajar pada masa pandemi dengan tidak memiliki sarana yang lengkap sehingga belajar tatap muka merupakan salah satu harapan agar para siswa dapat mengikuti kegiatan pembelajaran sama dengan siswa lainnya.
“Saya sangat bersyukur kini permasalahannya sudah mendapatkan solusi dari Sekolah dan kebijakan Pemerintah. Meski nanti keadaan harus harus daring lagi, kini anakku bisa sekolah dari jarak jauh,” tandasnya.
Untuk pencapaian target pembelajaran, tak lepas dari berbagai permasalahan yang termasuk peluang tantangan dan terpaksa dalam analisis word diantaranya yaitu tidak semua daerah di Kota Prabumulih terjaring dengan terjangkau oleh jaringan internet.
Sehingga membuat pihak sekolah bersikeras untuk memenuhi kebutuhan agar dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dan para siswa tetap mendapatkan haknya untuk mendapatkan pendidikan melalui belajar dan guru jika melaksanakan kewajibannya sebagai tenaga pengajar yang sudah mendapatkan gaji dari negara.
Pengawas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih, Hj Yusia menuturkan, bahwa tujuan penting dari sebuah proses pembelajan pendidikan berdasarkan kurikulum 2013, adalah menanamkan pendidikan karakter pada siswa memiliki skill dan berakhlak baik. Hal itu dapat dicapai dengan penuh kasih sayang dan sentuhan lembut sebagai orang tua kedua bagi siswa atau peserta didik.
“Untuk menjalankan kewajiban sebagai guru yang sudah menerima yang sudah digaji oleh Negara, guru di kota prabumulih juga melaksanakan hal tersebut bahkan ada yang datang ke sekolah hingga meminjamkan handphone kepada siswa agar tetap mendapatkan haknya sebagai pelajar,” ujarnya.
Guru dari Sekolah juga ada yang mendatangi rumah siswa atau memberikan solusi terhadap kegiatan pembelajaran dari jarak jauh, ada juga yang memfasilitasi siswa untuk datang ke sekolah memanfaatkan sarana di sekolah agar dapat mengikuti pembelajaran dari jarak jauh berbarengan dengan siswa lain.
“Jika tidak dilaksanakan kegiatan pembelajaran serentak dalam waktu bersamaan maka akan banyak siswa yang ketinggalan pelajaran. Meskipun tidak efektif namun kita tetap menyampaikan hal penting materi penting yang harus dikuasai yang harus disampaikan pada siswa siswa,” ujar guru SMP 10, Mardiana yang mengajak siswa yang tidak punya HP, untuk datang dan belajar di Sekolah.
Sebelumnya diketahui, Wali Kota prabumulih juga memiliki program BTW dan menuntaskan buta huruf, yang sempat mengalami penurunan. Namun berkat kerja keras dan upaya para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang memberikan solusi mulai dari pengecekan secara langsung ke rumah siswa, atau memanggil siswa ke sekolah satu persatu hingga video call dari jarak jauh, untuk tetap mencapai target dan mempertahankan ketuntasan pembelajaran BTA yang menjadi muatan lokal dalam kurikulum di raport.

















