PRABUMULIH,BeritaSip.com – Dalam rangka memeriahkan hari Kesehatan Nasional ke 57, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Prabumulih, gelar seminar Kesehatan tentang vaksin Corona Virus Disease 2019 (covid 19) ditinjau dari segi kesehat dan hukum Islam, yang dilaksanakan di Gedung Kesenian Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih , Jumat (12/11/2021).
Dalam kesempatan ini, seminar diisi oleh nara sumber tunggal yaitu Prof DR dr Yuwono M Biomed. Seminar yang dipandu oleh dr Hesti ini diikuiti oleh masyarakat umum, perwakilan organisasi masyarakat dan anggota ICMI Kota Prabumulih.
Vaksin yang ditinjau dalam perspektif Islam tergantung peruntukannya, meski Harusnya vaksin itu harus diuji kinis selama 4 tahun, namun karena keadaan darurat itu dibolehkan dalam Islam. vaksin di Indonesia hanya diuji selama kurang lebih 1 tahun. Bahkan untuk jenis vaksin sinovac sampai sekarang tidak diakui dibeberapa Negara.
“Yang diakui adalah vaksin astra zeneca , moderna dan Pfizer. Namun karena dalam keadaan darurat orang indonesia sudah banyak mengunakan sinovac. dan jika memang harus bepergian umroh misalnya maka seseorang harus vaksin ke 3 untuk booster dari tiga jenis vaksin tadi,”ujarnya.
Pria ini menyebutkan bahwa Pandemi virus corona dinilai unik, karena hanya 0,4 persen pasien dirawat di RS sedangkan saat pandemi lainnya seperti virus lainnya ada pasien dirawat hingga 5 persen.
Nyanyian tentang pandemi, sejak dulu sama saja. Sumber awal virus asal muasal belum jelas. untuk pola penularan dan penyebaran penyebabnya adalah sakit seperti batuk, pilek yang sebelumnya memang sudah ada virus flu.
Virus corona juga selalu dihubungkan dengan kematian. “Padahal meninggal itu karena ajal dengan status positif covid, bukan meninggal karena covid. Tidak ada yang meninggal karena covid, kalau meninggal dengan positif covid itu banyak, “jelas dr yang pertugas di RS Pusri ini.
Keunikan lain menrutunya karena pandemi virus corona adalah ketakutan yang berlebihan, konsumsi berbagai barang juga khawatir tertulas, hingga menyebabkan krisis ekonomi. “Lalu saat ditemukan vaksin, pandemi merendah hingga virus corona seperti hilang,”bebernya.
Sebagai closing statmen seorang profesor menuturkan bahwa di Indonesia tidak ada cluster lagi, karena masih banyak yang shalat itulah bedanya dengan beberapa negara eropa. “Yang penting adalah tetap jaga kesehatan, patuhi protokol kesehatan dan laksanakan shalat dan berdoa agar negara Indonesia pulih kembali,” tandasnya.






