PRABUMULIH, OKTOBER 2026 – Di tengah kepungan kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan yang menyelimuti Kota Prabumulih, jajaran Watch Relation of Corruption Pengawas Aset Negara Republik Indonesia Unit Kota Prabumulih menggelar aksi sosial dengan membagikan masker medis secara gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan pada sore hari.
Logistik bantuan berupa masker medis siap salur tersebut dipersiapkan secara matang sebelum akhirnya diterjunkan langsung ke lapangan. Aksi kemanusiaan tersebut dipusatkan di Jalan Jenderal A. Yani, Prabu Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur.
Pengendara roda dua, pejalan kaki, hingga pedagang kaki lima yang melintas menjadi sasaran utama penerima bantuan guna meminimalisir risiko gangguan pernapasan akibat buruknya kualitas udara.
Aksi sosial ini dipicu oleh memburuknya kualitas udara di Kota Prabumulih. Berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, Indeks Standar Pencemaran Udara masuk dalam kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya. Kondisi ini juga memaksa pemerintah kota mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke sistem pembelajaran jarak jauh serta menunda agenda resmi daerah.
Ketua WRC PAN-RI Unit Kota Prabumulih, Pebrianto, menegaskan bahwa pembagian masker ini sekaligus menjadi sarana edukasi dan pengingat bagi masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan diri menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Melihat kondisi udara yang sudah berada pada level berbahaya bagi kesehatan warga, kami menyalurkan masker untuk dibagikan langsung. Melalui aksi ini, kami juga ingin kembali mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah demi keamanan saluran pernapasan dari paparan kabut asap.
Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan dan memanjatkan doa, semoga musibah dan bencana kabut asap ini bisa segera berlalu agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal, ujar Pebrianto di lokasi kegiatan.
Sementara itu, Suandi dari Divisi Pengawasan dan Penindakan WRC Unit Kota Prabumulih menyampaikan pandangan kritisnya terkait efektivitas penanggulangan dampak bencana bagi masyarakat.
Kebijakan pemerintah menunda acara keramaian dan mengalihkan pembelajaran sudah tepat sebagai langkah preventif. Namun, aspek mitigasi dampak kesehatan di lapangan juga memerlukan kepastian perlindungan yang masif. Kami mendorong agar pendistribusian alat pelindung diri dan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan gratis dapat terus dioptimalkan secara merata hingga ke lapisan masyarakat bawah, terang Suandi.
Aksi pembagian masker yang berlangsung tertib ini disambut antusias oleh para pengguna jalan yang merasa terbantu dan diingatkan kembali akan pentingnya perlindungan kesehatan di tengah paparan kabut asap yang masih melanda wilayah Prabumulih.
Red






