Dugaan Pungli Pemandu Tongkang Baru Bara oleh PT Pelindo Kian Ramai, Garda Prabowo Gelar Aksi di Mapolda Sumsel

by -334 Views

Palembang – Organisasi Gerakan Dukung dan Bela Prabowo (Garda Prabowo) melakukan aksi demonstrasi di Mapolda Sumsel, Jumat 16 Mei 2025. Dalam aksinya, mereka menyampaikan dugaan Pungutan Liat (Pungli) terhadap tongkang batu barang yang melintasi sungai musi dengan jarak tertentu.

Ketua Garda Prabowo DKD Sumsel H Bana Djuni melalui Ketua Satgasus Feri Yandi mengatakan, bahwa pada modusnya tugboat milik Pelindo diduga menarik tongkang Batubara mulai dari musi 6 – ampera lanjut musi 4,  Setelah itu berganti Tugboat milik agen kapal yang sudah bekerja sama dengan pemilik batubara  dengan di kawal Spedd bertuliskan PILOT.

Kemudian, diduga agen kapal dan pemilik batubara setoran puluhan juta ke Pelindo persekali trip ngolong di bawah jembatan ampera diperkirakan kebocoran dan pungli dilakukan Pelindo melalui setoran 20 – 25 trip tongkang lewat jembatan ampera.

“Diduga uang itu di nikmati segelintir orang dan di bagi2 ke pejabat sumsel,” katanya.

Dugaan indikasi korupsi terkait pemandu tugboat batu bara di Pelindo masi menjadi isu yang ramai dibicarakan. Dimana pelindo sebagai salah satu perusahaan pelabuhan negara, memiliki peran penting dalam pengawasan dan pengelolaan batu bara yang diangkut melalui pelabuhan.

“Hasil investigasi dilapangan dugaan pungli tersebut sudah berlangsung selama 15 Tahun dan kami meminta monitoring KPK RI zona 2 sumatera selatan untuk melakukan investigasi ke PT Pelabuhan indonesia (Persero) Regional 2 Palembang sumatera selatan yang diduga uang uang pungli tersebut di peruntukan untuk siapa dan untuk apa?,” tambahnya.

Dalam kesemptan tersebut, Ketua Projo Sumsel H Hidayat Comsu SE  agar Polda Sumsel mengusut dan mengangkat kasus yang mereka sampaikan.

“Belum ada kasus yang besar dari tahun 2024. Oleh sebab itu kami meminta kepada Pejabat Polda Sumsel khsusnya Kapolda Sumsel untuk mengangkat kasus ini,” tambahnya.

Selain itu, mereka meminta Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengevaluasi kinerja PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 palembang yang diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan.

Menurutnya, dari hasil investigasi, sehingga PAD kota palembang tidak pernah terlaksana akibat ada oknum oknum mengakomodir terkait tentang pungli dan suap gratifikasi yang diduga Pelindo melakukan pungutan angkutan Batu Bara yang melewati sungai musi dan melakukan pengawalan dengan dalih pengamanan angkutan agar tidak tersenggol jembatan ampera.

Terpisah, Humas PT Pelindo Hirtanto saat dikonfirmasi melalui pesan singkat mengaku siap menindak oknum yang terlibat. Pelindo juga siap bekerjasama dengan aparat penegak hukum jika nantinya adanya oknum yang terbukti melakukan tindakan tindak terpuji.

BeritaSip.com