Aspirasi Garda Prabowo Diduga tak Digubris PT Pertamina Patra Niaga Sumbagsel, Massa Desak Masuk ke Halaman dan Nyaris Bentrok Hingga Kembali Demo ke Mapolda

by -691 Views

Palembang – Saat ini Indonesia tengah gempar terkait pengungkapan kasus korupsi dilingkungan BUMN khususnya PT Pertamina Patra Niaga yang merugikan Negara berkisar hingga Rp193 triliun. Dimana modus dalam kasus korupsi tersebut dengan cara mengoplos Ron 90 menjadi Ron 92 hal ini pun diungkap oleh Kejaksaan Agung RI.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Organisasi Garda Prabowo DKD Sumsel melakukan aksi demonstrasi di Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Kamis,13 Maret 2025.

Aksi demonstrasi yang dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap penegakan hukum atas kasus pengoplosan minyak yang tengah ramai saat ini untuk diungkap sampai ke akar-akarnya dan jangan sampai modus tersebut terjadi di Sumsel.

Selain itu, Garda Prabowo juga mempermasalahkan adanya dugaan korupsi di Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel terkait biaya operasional dan biaya produksi kilang RU III Plaju dari 2018-2024. Belum lagi penyaluran dana CSR dan biaya pengelolaan lingkungan yang diduga tidak transparan.

Ketua Garda Prabowo DKD Sumsel H Bana DJuni melalui Ketua Satgasus Feri Yandi mengatakan, sebagai organisasi yang fokus dalam mengawal kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto, Garda Prabowo DKD Sumsel mengeelar aksi demonstrasi untuk mendesak GM Kilang RU III untuk bertanggung jawab terkait adanya dugaan BBM yang tidak sesuai disalurkan kepada masyarakat.

“Selain itu kami mempertanyakan kemana larinya dana CSR kilang Pertamina RU III Plaju diduga tidak transparan,” ujarnya.

Sayangnya, aksi tersebut diduga tidak digubris oleh managemen PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel sehingga massa memaksa untuk membuka pagar dan memasuki halaman. Dalam aksi ini massa meminta pihak managemen memberikan keterangan atas apa yang disampaikan dengan cara terbuka. Namun pihak PT Pertamina Patra Niaga yang menyambut aksi tersebut hanya Kepala Kemanan.

Hal ini pun menjadi bahan lelucon oleh Koordinator aksi karena dinilai kurang tepat dalam menyerap aspirasi.

Setelah nyaris bentrok, namun massa tetap tidak terperopokasi dan tidak merusak fasilitas. Setelah beberapa waktu kemudian massa membubarkan diri dan melanjutkan aksi demonstrasi ke Mapolda.

Dalam aksi yang kedua ini mereka meminta Kapolda Sumsel untuk mengusut tuntas diugaan korupsi biaya operasional dan biaya produksi kilang RU III Plaju sejak 2018-2024.

Awak media sempat konfirmasi kepada pihak PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel namun tidak memberikan keterangan secara rinci dan justru mengarahkan untuk konfirmasi ke Pertamina RU III Plaju.

“Konfirmasinya ke RU III ya mas,” katanya dengan singkat ketika dikonfirmasi melalui pesan via wahatsapp.

BeritaSip.com