BANYUASIN-Menjelang Pilkada Banyuasin Tahun 2024, Calon Bupati Banyuasin tertentu mulai melakukan sosialisasi dan turun ke masyarakat, untuk menyampaika janji-janji politik terkait program kerja yang bertujuan menarik simpati masyarakat dan, bahkan membagikan duit amplop dengan dalih transpot supaya minta terpilih kembali.
Hanya sayangnya, kegiatan sosialisasi tatap muka ini tak lain bermuatan politik sebagai bentuk pembodohan dan mengecoh bagi masyarakat, bukan contoh dalam demokrasi yang sehat.
Ketua Jaringan Nasional (JN) Martono Apriansyah, SE meminta masyarakat jangan sampai terkecoh dan dibohongi dengan mulut manis calon Bupati Banyuasin tertentu dan bagi-bagi duit amplop ke masyarakat.
“Bentuk ragam sosialisasi dengan cara membayar masyarakat ini, sebagai bentuk pembodohan dan tidak mencerdaskan nilai demokrasi bagi masyarakat. Pikirkan lima tahun kedepan nasib rakyat dan Kabupaten Banyuasin dipertaruhkan,”katanya.
Semestinya, masyarakat harus jelih dalam menilai sosok pemimpin yang baik seperti karakter pemimpin yang berakhlak dan mendepankan kepentingan masyarakat dan umum bukan keluarga serta pribadinya.
“Pilihlah pemimpin Calon Bupati Banyuasin yang moderatnya lebih kecil, bukan pemimpin yang pandai pencitraan di masyarakat,”harapnya.
Senada dikatakan Mashendarta Tim pemenangan Pakde Slamet menyebutkan kriteria pemimpin yang baik memiliki integritas, kapabilitas dan akhlak yang baik. “Saya lihat saat ini Calon Bupati Banyuasin karakter yang baik ada di Pakde Slamet,”katanya.
Begitu juga, dikatakannya Permana Tim Pemenangan Mawardi Yahya bahwa Islam telah mencontohkan pemimpin sebagaimana yang ada di sifat-sifat Nabi Muhammad Saw. Seperti, siddiq, amanah, tabligh, fathonah.
“Inila pedoman umat Islam dalam memilih pemimpin yang baik. Dan harus kita pelajari sosok pemimpin yang akan maju Calon Gubernur Sumsel dan Calon Bupati Banyuasin nanti,”katanya.






