Palembang, BeritaSip.com – PT OKI Pulp dan Paper Mills yang berlokasi di Sungai Baung Kecamatan Air Sugihan Kabupaten gan Komering Ilir (OKI) belum lama ini mendapat keluhan dari warga. Bahkan, keberadaan pabrik kertas terbesar di Asia Tenggara itu dianggap sangat meresahkan warga sekitar perusahaan.
Hal ini pun beredar di Media Sosial yang meminta kepada Dinas Kesehatan turun langsung untuk mengecek lokasi tersebut. Hal ini diduga akibat dari aktifitas perusahaan tersebut yang membawa Batubara dari lokasi ke Dermaga.
Disebutkan, saat memasuki hujan jalanan mulai becek. Sebaliknya jika musim panas debu pun berhamburan sehingga dianggap mengkhawatirkan kesehatan warga sekitar.
Mendapat informasi tersebut, LSM Suara Informasi Rakyat (SIRA) Sumsel bergerak cepat menyuarakan hati masyarakat. Sehingga dalam waktu dekat akan melaksanakan aksi demo di halaman kantor Gubernur Sumsel dan juga kantor DLH Provinsi Sumsel.

“Aksi demo yang akan digelar itu, meminta dan menuntut agar segera menurunkan tim khusus ke lapangan untuk penanganan pencemaran lingkungan tersebut. Kemudian meminta Gubernur Sumsel mengkaji ulang kegiatan berikut surat izin PT OKI Pulp dan Paper Mills dan mencabut izin perusahaan jika terbukti melanggar,” kata Direktur Eksekutif SIRA Rahmat Sandi Iqbal SH didampingi Sekretarisnya Rahmat Hidayat SE kepada media ini, Jumat, 18 Nopemver 2022.
Selain itu, Sandi berharap kepada Aparat Penegak Hukum agar menyeretnya ke pengadilan negeri baik melalui perdata maupun pidana.
Disisi lain, Gadang Harto Hartawan yang mengaku Karyawan Humas PT OKI Pulp & Paper Mills, ketika dikonfirmasi media ini terkait keluhan tersebut menyebutkan jika foto yang beredar tersebut baru selesai hujan dan warga mendirikan bangunan di tepi jalan yang dibangun perusahaan sebagai akses kegiatan perusahaan di Dermaga.

Terkait bentuk perhatian perusahaan kepada warga sekitar, Gadang Harto Hartawan mengarahkan untuk menghubungi ketua karangtaruna setempat.
“Disana ada Ketua Karang Taruna, namanya Pak Inter, mungkin bisa contact beliau terkait keharmonisan hubungan dengan masyarakat selama ini disana. Warga mendirikan Bangunan di tepi jalan yg dibangun perusahaan sebagai akses kegiatan di perusahaan di Dermaga,” katanya.
Selain itu, dikatakan bahwa semua kegiatan pengelolaan limba dari PT OKI Pulp and paper Mills selalu dipantau oleh Dinas Lingkungan Hidup. Bahkan, foto yang beredar tersebut disebutkannya baru selesai hujan.
“Jalan tersebut sebagai akses aktifitas transportasi produksi dan bahan baku, tidak digunakan sebagai akses transportasi limbah. Semua kegiatan pengelolaan limbah dilakukan terpisah dan dipantau selalu oleh pihak terkait secara regular DLH,” tuturnya.
Disinggung terkait informasi yang berkembang tentang adanya dugaan tersebut, Gadang Harto Hartawan mengatakan saat ini media soaial bebas, sehingga tinggal kitalah yang menyikapi apakah fakta atau tidak tentu bisa jadi pertimbangan yang lebih frofesional.
“Ribuan wong kito begawe disano, Masyarakat mana yg diresahkan? Apakah ada masyarakat sekitar yg demo? Saat ini Medsos bebas, tinggal bagaimana menyikapinya, apakah fakta atau tidak tentu bisa jadi pertimbangan yg lebih frofesional. Kami nyaman nyaman saja disana, tidak ada konflik dengan masyarakat sekitar, semua hidup bersinergy membentuk komunitas yg damai dan iklim usaha yg bersahaja Sekali lagi Ribuan Wong Kito numpukan hidup disana,” tandasnya.






