Palembang, BeritaSip.com – Puluhan massa tergabung dalam Pemerhati Situasi Terkini (PST) melakukan aksi demontrasi di Kejati Sumsel. Dalam tuntutannya, mereka meminta Kejati mengusut tuntas indikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Dinas Pendidikan Ogan Ilir (OI).
Diketahui, dalam orasinya koordinator aksi Alex Kqzjuda menyampaikan bahwa, dalam hal ini pihaknya menyampaikan dua paket pekerjaan yang terindikasi KKN seperti pengadaan mebel Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nominal Rp 2.428.000.000 dan pengadaan mebel Sekolah Dasar (SD) dengan nominal Rp 2.352.000.000.
PST menduga kuat dalam pekerjaan ini terindikasi tidak sesuai pada Gambar Kegiatan, Surat Perjanjian Kontrak (SP), Surat perintah mulai kerja (SPK), spesifikasi teknis kerja, kerangka acuan kerja (KAK), dan Rekapitulasi Bill and Quantity.
“Diduga kuat pada kegiata tersebut terkhususnya pada OPD dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten ogan ilir ada mafia dalam pengaruran proyek yang mana terlihat jelas dari HPS kegiatan tersebut terlihat hanya berselisisih Rp 4,4 juta dan Rp 4,9 juta, dari angka tersebut sangat rawan pekerjaan itu diduga telah diarahkan oleh pengaturatau mafia proyek pada dinas pendidikan dan kebudayaan OI,” tegas Alex.
Aksi mereka pun disambut baik oleh Kasi E dari Intel Kejati Sumsel A Mauliawan. Menurutnya, Kejati sumsel akan menindaklanjuti semua laporan yang disampailan sesuai dengan aturan yang ada.
“Akan menindaklanjuti laporan dari kawan kawan pendemo,” katanya.
Usai melalukan aksi demonstrasi, PST menyampaikan laporan pengaduan ke PTSP Kejati Sumsel dengan melampirkan berkas KAK, BQ dan berkas lainnya.
PST juga akan terus melakukan aksi demonstrasi pekan datang hingga permasalahan ini menemukan titik terang.
“Usut tuntas dugaan KKN di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ogan Ilir. Panggil dan periksa pejabat semua pejabat yang terlibat dalam pekerjaan itu sesuai dengan hukum yang berlaku,” tambah Alex.







