Jadi Pahlawan Keluarga,Dengan Cara Tetap Produktif Dimasa Pandemi

by -165 Views


PRABUMULIH, BeritaSip.com – Bayu Indah Listiyaningrum, salah seorang Aparatur Aipil Negara (ASN) sebagai Guru di SMAN 1 Prabumulih,  terus jalankan hobinya berbisnis. Menurut wanita ini, ibu rumah tangga juga bisa menjadi pahlawan di dalam keluarga dengan ikut berpartisipasi menambah penghasilan kkekuarga. Seperti dirinya yang tetap produksi dimasa pandemi dengan menjalankan bisnis kecil-kecilan yang ditekuni.


Pemilik nama akrab Indie Natasya ini,  menjalankan bisnis membuat sambel botol Kanjeng mami dan macharoni keju ditengah kesibukannya. Snack makaroni keju ini bahkan pemasarannya sudah masuk ke toko kue terkenal di Prabumulih seperti darel, gia, prabu kue, lili bakery ,dan beberapa rumah makan Padang di Prabumulih. 


“Alhamdulillah dalam satu minggu kira habis sekitar 30kg. Karna Selain dijual dibeberapa toko kue di Prabumulih kami juga ibu rumah tangga yang mau jadi reseler  macharu. Jadi bisa memberikan peluang kepada ibu Rumah Tangga agar tetap produktif,” beber ibu dua anak ini.


Menurut istri Galih Wiratno ini, Usaha rumahan ini beragam jenisnya, baik yang menjual produk, maupun menawarkan jasa. Selain bisa membantu keuangan keluarga, berbisnis di rumah juga bisa menjadi sarana penyaluran hobi. Tanpa harus mengeluarkan modal besar, ada banyak peluang usaha rumahan bagi ibu rumah tangga untuk bisa membantu perekonomian rumah tangga.
Menjadi ibu rumah tangga terkadang membuat seseorang merasa jenuh pada saat-saat tertentu, karena hampir setiap hari harus menjalani rutinitas mengurus suami, anak-anak dan segala keperluan keluarga. Banyak yang sewaktu masih single sudah terbiasa mandiri, berkarier dan memiliki penghasilan sendiri, namun dihadapkan pada pilihan sulit ketika ingin terus bisa mengaktualisasi diri serta memiliki pendapatan, tanpa harus meninggalkan anak-anak di rumah. 


Apalagi kondisi Sekarang ini saat pandemi dan PpKm semacam ini bukan masalah lagi, karena banyak peluang usaha rumahan yang bisa dijalankan sambil mengurus rumah tangga,tanpa harus keluar rumah Dengan kemudahan teknologi yang tersedia saat ini, yaitu perangkat mobile yang terkoneksi internet.
“Kesempatan bagi ibu rumah tangga untuk bisa menekuni suatu usaha secara online dari rumah semakin terbuka luas.

Memang ada konsekuensi yang harus dihadapi, karena si ibu harus menjalankan dua fungsi dan tanggung jawab sekaligus, yakni mengurus keluarga dan mengembangkan bisnisnya,” jelasnya.


Mengenai ibu rumah tangga Sebagai PNS menurutnya, bagi kaum muda menjadi keinginan menggebu gebu. Padahal menjadi pegawai negeri sipil (PNS) harus direvolusi dari bawah. Selama ini banyak kaum muda ingin jadi PNS, padahal sukses itu tidak harus menjadi PNS, mindset ini harus direvolusi dari akar bawah ketika nanti lulus kuliah pola pikirnya bukan lagi ingin jadi PNS saja, tetapi selain bisa kerja kantoran, PNS, BUMN  jadi pengusaha yang bisa menciptakan dan menyerap banyak tenaga kerja adalah peluang yg bagus .

“Menurut saya tips sukses berwirausaha di usia muda Satu di antaranya yang penting adalah, jangan habiskan waktu muda hanya untuk pacaran, melainkan membangun kemampuan leadership (kepemimpinan) dan networking (jaringan).Jangan pacaran mulu, tidak ada sejarahnya orang sukses itu menghabiskan waktunya hanya untuk pacaran,” katanya mengingatkan. 


Bahkan guru Sosiologi ini mengatakan bahwa, sejak dini kawula muda harus mulai mengasah ide. Saat ini secara nasional, kepemimpinan kawula muda Indonesia lemah karena kurangnya belajar arti sebuah kemandirian untuk menghadapi peradaban. 
Karna untuk sukses dalam berbisnis dan wirausaha harus punya jiwa kepemimpinan dan kemandirian yang kuat. Kewirausahaan tidak akan berjalan baik tanpa jiwa dan mental kepemimpinan dan kemandirian kuat. Jika ingin sukses  perbaiki dulu mental kemandiriannya nanti yang lain akan mengikuti, itu otomatis. 


Selain itu, jaringan juga berperan penting dalam enterpreneurship. Selama ini, ada pola pikir yang salah bahwa berbisnis itu harus punya modal besar. “Itu pola pikir salah, jaringan akan menekan modal hingga sangat minimal. Anak muda kalau diajak ngomong bisnis selalu ngomong terkendala modal, dikasih modal pun kalau tidak mampu maka modalnya habis,” tandasnya.
Prediksi pada 2030-an Indonesia punya bonus demografi di mana penduduk akan didominasi oleh usia produktif. Artinya persaingan akan semakin ketat dan untuk menyongsong demografi tersebut kaum muda harus mengubah pola pikir dari hanya ingin jadi pekerja kantoran saja menjadi minat berwirausaha untuk mencapai kesejahteraan ekonomi,”tandasnya.

BeritaSip.com