DPRD Prabumulih Gelar Paripurna Istimewa Dalam Rangka Peringati HUT RI ke 76

by -139 Views

PRABUMULIH, BeritaSip.com – Dalam rangka memperingati (HUT-RI) Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Repubik Indonesia, yang Ke-76 tahun 2021, DPRD Prabumulih menggelar rapat paripurna istimewa yang ke – XXVII Masa Persidangan ke III DPRD Kota Prabumulih, dalam agenda Acara Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara virtual dalam Rangka Peringatan HUT RI Ke – 76. 

Paripurna istimewa ini dilaksanakan senin (16/8/2021) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Prabumulih, yang Dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, Dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Baca :

Jadi Pengelolah Arena Sabung Ayam Oknum Polri Ditangkap

Dalam kesempatan tersebut hadir Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya didampingi Wakil Walikota Prabumulih H Andriansyah Fikri SH, Ketua DPRD, Sutarno SE beserta Anggota DPRD Kota Prabumulih lainnya, Kapolres, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, Sekretaris Daerah Kota Prabumulih hingga Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Prabumulih.

Rapat Paripurna Istimewa dibuka oleh Ketua DPRD Kota Prabumulih, Selanjutnya, Ketua DPRD bersama seluruh peserta rapat mendengarkan lagu kebangsaan dan Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi.

Dalam pidatonya, Presiden RI Joko Widodo menyatakan semboyan Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh hanya bisa diraih dengan sikap terbuka dan kesiapan perubahan menghadapi dunia.

Baca : https://beritasip.com/2021/08/17/detik-detik-proklamasi-pengendara-melintas-di-depan-polda-sumsel-dihentikan/


“Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, yang menjadi semboyan Bulan Kemerdekaan pada tahun ini, hanya bisa diraih dengan sikap terbuka dan siap berubah menghadapi dunia yang penuh disrupsi”, kata Presiden Jokowi saat berpidato Kenegaraan Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2021, senin (16/08/2021).

Presiden RI Joko Widodo juga menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 telah memacu masyarakat untuk berubah, mengembangkan cara-cara baru, meninggalkan kebiasaan lama yang tidak relevan, dan menerobos ketidakmungkinan.


“Bangsa Indonesia dipaksa untuk membangun normalitas baru dan melakukan hal-hal yang dianggap tabu selama ini. Memakai masker, menjaga jarak, tidak bersalaman, dan tidak membuat keramaian, adalah kebiasaan baru yang dulu dianggap tabu. Bekerja dari rumah, belanja daring, pendidikan jarak jauh, serta rapat dan sidang secara daring, telah menjadi kebiasaan baru yang dulu kita lakukan dengan ragu-ragu,” ujar Jokowi.


Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi mengenakan baju adat suku Baduy dari Propinsi Banten. Dalam pidatonya,ia menyampaikan berbicara krisis, resesi, dan pandemi itu seperti api. Menurut Jokowi, pandemi hendaknya sebisa mungkin dihindari. Akan tetapi, jika tetap terjadi, banyak pelajaran yang bisa diambil sebagai pelajaran.

BeritaSip.com