PRABUMULIH, BeritaSip.com – Memasuki pertemuan ke-53, para peserta pelatihan menjahit di LKP Sari Kota Prabumulih mulai ikuti rangkaian ujian secara tertulis. Karena Kota Prabumulih masih dalam suasana Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, maka para siswa yang datang ke LKP hanya maksimal 10 orang saja. Untuk menghindari kerumunan dalam rangka memutuskan rantai penularan virus Corona di Kota Prabumulih.
Menurut Sari Erni Agustina SPd, pengelola LKP Menjahit Sari, saat dikonfirmasi belum lama ini mengatakan bahwa ujian tertulis sangat penting untuk mengukur kemampuan peserta yang mengikuti Program Pendidikan Kecakapan kerja (PKK) dari Pemerintah Pusat dalam hal ini adalah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
“Ujian itu penting kita lakukan untuk mengukur pengetahuan siswa selama mengikuti kegiatan, Selain itu sebagai bahan evaluasi kita, terkait kemajuan mereka dalam mendapatkan informasi yang kita sampaikan, ” bebernya.
Saat ini setidaknya sudah masuk pertemuan ke-52 di mana para peserta yang sebelumnya benar-benar belum mengenal teknik menjahit kini sedang menghasilkan sebuah celemek, dari hasil pertemuan sebelumnya.
“Kita bersyukur mendapatkan kepercayaan dari pemerintah pusat untuk menjalankan program PKK, harapan kita para peserta dapat memiliki skill untuk bisa menambah penghasilan bisa bekerja ke tempat menjahit atau membuka usaha sendiri,” kata pengelola LKP Sari, Sari Erni Agustina.
Lanjutnya seluruh peserta yang ikut pelatihan, merupakan warga Kota Prabumulih yang berada pada usia produktif dan tidak sedang sekolah, yang dibuktikan dengan surat keterangan dari kelurahan setempat.
Saat ini untuk mendapatkan program PKK pihak Lembaga Kursus, tidak lagi harus berkoordinasi dengan Dinas terkait dari Pemerintah Kota. Melainkan langsung terhubung melalui web dari Pemerintah Pusat untuk mendapatkan bantuan.






