Terkait Tuduhan Rapor Merah, Pemprov Sumsel Angkat Bicara

by -458 Views

Palembang – Terkait adanya isu rapor merah di beberapa media massa akhir-akhir ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Stafsus Gubernur, H Hidayat Comsu angkat bicara. Menurut Comsu, tuduhan rapor merha itu Berbanding terbalik dengan prestasi yang telah diraih Pemprov Sumsel.

Menurut H.Comsu upaya Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan di sektor kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan di Sumsel tidak perlu diragukan lagi. Hal tersebut terbukti melalui data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel yang dirilis pada Kamis (01/12), mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sumsel mengalami peningkatan sebesar 0,83 persen pada tahun 2022.

Dimana tercatat dalam data BPS Sumsel, IPM Sumatera Selatan tahun 2022 meningkat sebesar 70,90 atau tumbuh 0,83 persen (meningkat 0,66 poin) dibandingkan capaian tahun 2021. IPM sendiri merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup masyarakat atau penduduk di suatu daerah.

“Artinya kesejahteraan masyarakat di Sumsel berada di posisi yang stabil dan layak. Jika kita lihat dari dimensi kesehatan, Sumsel telah banyak meberikan vaksinasi kepada masyarakat tentu ini mengakibatkan kesehatan yang baik, apalagi didukung oleh program-program kesehatan yang digaungkan oleh Pak Gubernur,”katanya.
Sementara ditinjau dari segi pendidikna partisipasan diumur 25 tahun ini banyak masyarakatnya kuliah dan kembali mengenyam pendidikan, dan komponen kesejahteraan merupakan standar hidup layak salah satunya kemiskinan menurun, dan pertumbuhan ekonomi kita selalu diatas 5 persen.

“itu semua ril data yang meyebutkan. Perlu juga diketahui bahwa Pendidikan itu tidak semata-mata tanggung jawab pemerintah. Tapi semua stak holder juga harus membatu termasuk orang tua dan siswa itu sendiri. Kalau semua Masalah pendidikan biayanya tanggung jawab oleh pemerintah bayangkan kalau seluruh Indonesia dibebankan kepada pemerintah baik moril maupaun matril tidak menutup kemungkinan Indonesia akan tengelam,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Comsu meminta agar elemen masyarakat lebih bijak dalam melihat gerakan pemerintah dan tentunya untuk berfikir positif lagi.

“Hal itu perlu dipahami juga apalagi yang berbicara mempunyai pendidikan yang bisa dikatakan cukup tinggi, semestinya tidak mengkritik yang terlalu seperti itu. Tapi bukan berarti kita anti kritik, hanya caranya saja yang kurang tepat,” tukasnya. (Rian)

BeritaSip.com