PRABUMULIH, Beritasip.com Setelah menunggu lebih dari dua tahun lamanya, menjalankan tugas tanpa Nompr Registrasi Kepala Sekolah (NRLS) yang dulu namanya Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS), akhirnya Kepala SMAN 2 Prabumulih, Hj. Eva Yusnita MPd, berhasil mendapat kesempatan untuk ikut Ppendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Kepala Sekolah (CKA) yang langsung diadakan oleh LPPKSPS (Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah).
Kegiatan yang diikuti kali ini, dengan pendanaan penuh dari LPPKSPS, yaitu anggaran DIPA LPPKS tahun 2021, jadi peserta tidak mengeluarkan biaya sama sekali alias gratis. Untuk melatih SDM agar menjadi kepsek professional dengan memiliki kemahiran dalam kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial.
“Alhamdulilah mendapatkan kesempatan untuk menjadi peserta Diklat CKS di kesempatan terakhir tahun 2021. Karna setelah ini, tidak ada lagi namanya diklat CKS, akan digantikan dengan Program Guru Penggerak (PPG),” ujar Kepala Sekolah SMAN 2 Prabumulih, Hj Eva Yusnita MPd, saat dikonfirmasi selasa (4/1/2022).
Menurutnya, mendapatkan kesempatan untuk memperoleh Nomor Registrasi Kepala Sekolah (NRKS), adalah motivasi yang sangat tinggi untuk menjawab tantangan dari beberapa pihak, yang mempermasalahkan dirinya karena menjadi kepsek tanpa NRKS, yang dulu namanya nomor unik kepala sekolah (NUKS).
“Dan alhamdulillah kuasa Allah, dari sebanyak 229 peserta, saya dinyatakan sebagai peserta terbaik. Hal ini sangat membuat saya bersyukur karena telah membuktikan bahwa saya memang layak menjadi Kepsek. Selain itu melalui diklat ini, saya juga jadi tau bahwa bukan saya satu satunya kepsek yang belum memiliki NRKS,” tuturnya seraya menyampaian bahwa dirinya juga dipercaya menjadi Ketua kelas di kelas F yang peserta sebanyak 20 orang.
Diketahui wanita kelahiran tahun 1984 ini mengikuti Diklat CKS dengan metoda luring tahap 6, dari tanggal 18 Oktober sampai 23 Desember 2021, di The Altz Hotel Palembang untuk mengikuti 300 Jam pelajaran. Sebelumnya sudah mengikuti seleksi substansi sebagai penentu.
Kini wanita yang sebelumnya mengajar di Kairo, Mesir ini juga mendapatkan kesempatan sebagai wakil kepala sekolah dan PLT kepala sekolah di Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). Berbekal pelatihan kepala sekolah tingkat internasional, wanita ini tetap bisa mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi SMA Negeri 2 meskipun tanpa NRKS.
“meski Sebenarnya saya mampu menjalankan tugas ini tanpa NRKS, namun saya harus mengikuti regulasi yang ada di tanah air. Karna itu saya berjuang semaksimal mungkin untuk mendapatkan NRKS yang akhirnya baru didapatkan diakhir tahun 2021. Semoga dengan ilmu yang bertambah dapat meningkatkan kinerja demi SMA Negeri 2 Prabumulih kedepan lebih baik,”harapnya bangga.
Wanita sangat berterima kasih atas kesempatan luar biasa ini, ungkapan terimakasih disampaikan kepada Kadisdik Sumsel, Asisten ahli Gubernur Sumsel, Kadib dan kasi PTK disdik sumsel, kabid dan Kasi SMA Disdik Provinsi Sumsel, panitia dari LPPKSPS Solo, Bu Kendarti Astuti selaku asesor, Korwas Prabumulih Provinsi Sumsel, dan seluruh keluarga besar SMA Negeri 2 Prabumulih serta Kepsek dan seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Prabumulih yang menjadi sekolah magang.(*)






