Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir mencatat lonjakan kasus campak yang cukup signifikan sepanjang awal tahun 2026.
Hingga Mei 2026, jumlah kasus telah mencapai 108, meningkat tajam dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencatat 40 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Ogan Ilir, Suryadi Muhzhal, mengungkapkan bahwa peningkatan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Ia menyebutkan, penyebaran campak tergolong sangat cepat dan masif, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap sejak bayi.
“Kasus campak saat ini cukup tinggi. Ini terjadi karena masih kurangnya cakupan vaksinasi pada bayi. Virus campak sangat mudah menular dan penyebarannya cepat,” ujar Suryadi.
Dari total 108 kasus yang tercatat, baru tujuh kasus yang terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan laboratorium.
Sementara itu, sebagian besar lainnya masih menunggu hasil spesimen yang belum keluar.
Sebagai langkah penanganan awal, Dinas Kesehatan Ogan Ilir telah melakukan berbagai upaya medis terhadap pasien yang menunjukkan gejala.Di antaranya dengan melakukan pemeriksaan serum darah, pemberian vitamin A sesuai usia anak, serta pengobatan berdasarkan gejala yang muncul.
Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir juga telah mengeluarkan surat edaran sejak Januari 2026 sebagai bentuk kewaspadaan terhadap penyebaran campak.






