PALEMBANG, BeritaSip.com– Dahaga pencinta musik paduan suara di Bumi Sriwijaya akhirnya terobati. Ruang Theater Sekolah Kusuma Bangsa (Kuba) Palembang di Jalan Residen A. Rozak, Sabtu petang (6/6/2026), penuh sesak.
Hampir seribu pasang mata tak beranjak dari kursi mereka, terhipnotis oleh kemegahan Konser “MIGNONETTE” yang dibawakan ciamik oleh Colours Choir Palembang.
Mengusung tema “Keanggunan dalam Kesederhanaan” (Elegance, romance, and sophisticated atmosphere), konser ke-16 ini menyuguhkan sebuah petualangan musikal lintas budaya. Repertoar lagu-lagu dari berbagai belahan dunia sukses dibawakan dengan presisi tinggi, mulai dari tembang berbahasa Mandarin, Jepang, Korea, Filipina, lagu tradisional Indonesia, hingga deretan The West Popular Songs.
Pertunjukan berkelas internasional ini dipimpin langsung oleh sang Conductor ternama, Lala Gozali, M.Sn. Kemegahan vokal puluhan penyanyi Colours Choir berpadu harmonis dengan kawalan empat pianis berbakat: Margareth Nugroho, Yosua Kharismawan, Callista Vania Rusmin, dan Ivan Sinaga.
“Kami ingin menyuguhkan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menunjukkan bahwa musik adalah bahasa universal yang menyatukan,” ujar Lala Gozali di sela-sela acara.
Konser malam itu dibagi menjadi dua sesi yang menguras emosi penonton. Sesi pertama dibuka manis oleh Colours Female Choir lewat lagu SMILE (arr. Roger Emerson) dengan petikan gitar syahdu dari Rimaaray.
Suasana makin romantis saat lagu legendaris The Moon Represents My Heart dan Make You Feel My Love mengalun indah.
Memasuki sesi kedua, panggung semakin hidup dengan penampilan spesial dari Belcanto Musica Children Choir. Di bawah Conductor Nando HutaJulu, suara emas anak-anak ini sukses membawakan lagu A Million Dreams dan Fix You. Kejutan terjadi saat Colours Male Choir membawakan lagu Butterfly (OST Digimon) yang berkolaborasi langsung dengan audiens, diiringi ketukan Cajon dari Ferdian PW yang membuat seisi ruangan ikut bernyanyi.
Pertunjukan ditutup dengan gemuruh tepuk tangan lewat lagu bertempo cepat, Kruhay (arr. Benny Castilon).
Kawah Candradimuka Paduan Suara Sumsel
Kesuksesan konser ini kian mengukuhkan posisi Colours Choir sebagai salah satu paduan suara terbaik di Sumatera Selatan. Dibentuk pada tahun 2004 oleh Lala Gozali, kelompok yang awalnya beranggotakan Orang Muda Katolik (OMK) lintas paroki Keuskupan Agung Palembang ini, kini tumbuh menjadi wadah yang inklusif dan profesional bagi siapa saja yang cinta dunia tarik suara.
Di bawah komando Maria Odilia sebagai Ketua, bersama tim divisi pelatihan (Ivan Sinaga, Dian Safitri, dan Rimaraay), Colours Choir terus konsisten melakukan regenerasi. Hebatnya, tim ini terbukti sukses menjadi “pabrik” pelatih paduan suara kompeten di Sumsel. Banyak anggotanya yang kini dipercaya menjadi pelatih di berbagai instansi, universitas, hingga menjadi motor penggerak dan juri di ajang Pesparani serta Pesparawi tingkat nasional.
Deretan prestasinya pun mentereng. Selain langganan menjadi perwakilan Sumsel di Istana Negara saat HUT RI (2007-2019), Colours Choir juga sukses menyabet 4 Medali Emas di 6th Bali International Choir Festival 2017, Grand Prix Finalist di Singapura (2019), hingga yang terbaru memborong Juara 1 kategori Mixed Choir dan 2 Medali Emas di International Bandung Choral Festival, Oktober 2025 lalu.
Tangan Dingin Maestro Lala Gozali
Berbicara Colours Choir tentu tidak lepas dari sosok Flora Monika Gozali, ST, M.Sn atau akrab disapa Lala Gozali. Lulusan Master of Arts Institut Kesenian Jakarta (2023) yang pernah menimba ilmu komposisi di Manila dan Singapura ini merupakan otak di balik layar emas ini.
Lala bukan orang sembarangan di dunia musik nasional. Ia sudah 5 kali menyabet gelar “Best Teacher Award” di Hong Kong Youth Performing Art Festival. Bahkan pada 2023, metodologi pengajarannya diakui secara internasional oleh International Kodály Society dengan predikat teknik sehat dan interpretasi luar biasa.
Melalui konser “MIGNONETTE”, Lala Gozali bersama Colours Choir kembali membuktikan bahwa musisi lokal Palembang memiliki kualitas dan kapasitas yang mampu berbicara banyak di panggung dunia.






