PALEMBANG – Gerakan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 yang digandeng oleh Kodim 0418/Palembang kini genap berjalan selama 15 hari. Di balik data angka kemajuan fisik proyek, ada sebuah cerita sosiologis menarik mengenai bagaimana sebuah struktur bangunan milik Bapak Karya dirajut kembali dari semangat kebersamaan yang kuat antara TNI dan warga lokal.
Kedisiplinan militer berpadu sempurna dengan kehangatan warga sejak matahari terbit. Melalui rutinitas apel pagi, Satgas TMMD memperlakukan masyarakat bukan sekadar sebagai penonton pembangunan, melainkan mitra sejajar. Di dalam apel tersebut, pembagian porsi kerja didiskusikan bersama, dengan tetap menaruh perhatian besar pada aspek keselamatan setiap individu yang terlibat di dalam area konstruksi fisik tersebut.
Hari ini, kebersamaan itu diwujudkan melalui pekerjaan detail yang membutuhkan kesabaran tinggi, yaitu pemasangan plafon rumah dan melamir dinding bangunan. Pekerjaan ini menuntut ketelitian agar struktur langit-langit lurus dan dinding halus tanpa cacat. Sambil mengaduk semen dan memasang triplek plafon, dialog hangat antara prajurit TNI dan warga mengalir alami, memecah ketegangan kerja fisik yang menguras energi.
Mengenai sistem kerja ini, Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., memberikan pandangannya.
“Melalui apel pagi, seluruh personel menerima arahan, pembagian tugas, serta penekanan aspek keselamatan kerja. Dengan kesiapan yang baik sejak awal, setiap pekerjaan dapat dilaksanakan secara efektif sehingga target penyelesaian sasaran TMMD dapat tercapai tepat waktu,” urai Dansatgas.
Secara sosiologis, rehabilitasi RTLH lewat skema TMMD Ke-129 ini memberikan dampak ganda. Secara fisik, warga mendapatkan fasilitas rumah yang layak dan bersih. Secara sosial, kedekatan emosional yang terbangun selama dua minggu ini mengembalikan marwah gotong royong yang menjadi jati diri bangsa. Target penyelesaian tepat waktu yang diusung oleh Kodim 0418/Palembang siap diwujudkan dalam waktu dekat.






