Palembang – Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Palembang bersama TP PKK tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan kesehatan balita sebagai fondasi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
Dalam sambutannya, Dewi Sastrani menyampaikan bahwa kesehatan merupakan salah satu indikator utama dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sehingga pembinaan kesehatan anak harus dimulai sejak dini, terutama pada usia 0 hingga 5 tahun yang dikenal sebagai golden age.
“Pada masa ini perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat sehingga membutuhkan perhatian penuh dari orang tua. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara rutin melalui posyandu menjadi langkah penting untuk mendeteksi sejak dini apabila terdapat gangguan kesehatan maupun tumbuh kembang,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa upaya membentuk generasi sehat harus dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan secara rutin, pemberian imunisasi, serta menghindari berbagai faktor yang berisiko mengganggu pertumbuhan janin.
Selain itu, Dewi menekankan pentingnya penerapan standar emas pemberian makan bayi, mulai dari Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ASI eksklusif selama enam bulan, pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sejak usia enam bulan, hingga melanjutkan pemberian ASI sampai anak berusia dua tahun.
Ia juga mengapresiasi capaian Kota Palembang dalam menekan angka stunting. Berdasarkan data elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), prevalensi balita stunting di Kota Palembang turun dari 0,3 persen pada 2024 menjadi 0,1 persen pada 2025.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr. Hj. Fenty Aprina, M.Kes., Sp.KKLP., menjelaskan bahwa Penilaian Balita Sehat merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun secara berjenjang mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota.
“Peserta yang mengikuti penilaian tingkat kota merupakan perwakilan terbaik dari masing-masing kecamatan. Nantinya, juara tingkat kota akan mewakili Palembang pada Penilaian Balita Sehat Tingkat Provinsi Sumatera Selatan,” katanya.
Tahun ini, penilaian diikuti sebanyak 36 balita dari 18 kecamatan yang terbagi dalam dua kategori usia, yakni kelompok usia 6–24 bulan dan kelompok usia 2–5 tahun, masing-masing sebanyak 18 peserta.
Penilaian dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan status gizi, perkembangan fisik, mental dan psikologis, kesehatan gigi dan mulut, fungsi pendengaran serta penglihatan sesuai tahapan usia. Untuk memastikan hasil yang objektif, Pemerintah Kota Palembang melibatkan tenaga profesional, termasuk psikolog dan dokter gigi.
Menurut Fenty, kegiatan ini bukan sekadar mencari juara, melainkan menjadi media edukasi bagi masyarakat agar semakin peduli terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak.
“Kami berharap para orang tua semakin rutin memantau pertumbuhan anak melalui posyandu sehingga setiap balita memperoleh haknya untuk tumbuh sehat dan berkembang secara optimal,” ujarnya.
Pada Penilaian Balita Sehat Tingkat Kota Palembang Tahun 2026, kategori usia 6–24 bulan menempatkan Ruka Almeera Ziyana dari Kecamatan Seberang Ulu I sebagai Juara I, disusul Zoya Keinarrra Zayanti dari Kecamatan Sukarami sebagai Juara II, dan Muhammad Karim Alzafi dari Kecamatan Ilir Timur I sebagai Juara III.
Sementara kategori usia 2–5 tahun, Juara I diraih Nadira Zarfalina Askara dari Kecamatan Ilir Timur I, Juara II Lubna Bilois Sadiya dari Kecamatan Plaju, dan Juara III Meccayla Zhasy dari Kecamatan Kemuning.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang Ida Royani Aprizal Hasyim, para camat, Ketua TP PKK kecamatan, kepala puskesmas se-Kota Palembang, serta para orang tua peserta.
Melalui Penilaian Balita Sehat Tahun 2026, Pemerintah Kota Palembang bersama TP PKK terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak.
Dukungan keluarga, kader posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu memastikan setiap anak memperoleh pemantauan tumbuh kembang secara optimal sebagai investasi bagi masa depan Kota Palembang.






