Wakil Ketua Laskar Gibran Sumsel H Hidayat Comsu Sambut Baik Gercep Tim Formatur PGRI

by -566 Views
Foto: H Hidayat Comsu SE (HC)

Palembang – Wakil Ketua Laskar Gibran DPD Sumsel H Hidayat Comsu SE menyambut baik gerak cepat tim formatur PGRI Sumsel. Demikian dikatakannya kepada awak media, selasa 2 juni 2026.

Menurut H Hidayat Comsu, dengan dilaksanakannya konsulidasi diharapkan dapat menghasilkan beberapa kebijakan demi memajukan pendidikan di Sumsel.

“Saya sangat mengapresiasi langkah cepat tim formatur PGRI Sumsel. Insya Allah akan menghasilkan beberapa kebijakan untum Kemajuan Organisai PGRI di Sumatera Selatan,” katanya.

Diketahui sebelumnya, melansir dari Palembangbaru Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sumatera Selatan bergerak cepat (gercep) menggelar rapat konsolidasi setelah resmi menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan dari Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI. Pertemuan perdana tersebut berlangsung di Aula SMKN 6 Palembang, Senin (1/6/2026), sebagai langkah awal menyatukan kembali organisasi setelah sempat mengalami kekosongan kepengurusan.

Rapat konsolidasi dihadiri seluruh jajaran pengurus inti sesuai struktur organisasi yang telah ditetapkan pusat. Susunan tersebut terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, empat Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara, Wakil Bendahara, serta 14 biro yang akan menjadi motor penggerak organisasi. Hadir pula sejumlah perwakilan Badan Kelengkapan Organisasi (BKO) yang nantinya akan dilantik dan dikukuhkan oleh Pengurus Daerah PGRI Sumatera Selatan.

Ketua Mandat PGRI Sumatera Selatan, Riza Pahlevi, menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mengembalikan marwah organisasi sebagai rumah besar para guru. Menurutnya, setelah keluarnya putusan banding pada 4 Mei lalu, PGRI Sumsel harus segera bergerak melakukan konsolidasi agar roda organisasi kembali berjalan normal.

Setelah tiba di Palembang pukul 10.00 WIB, pukul 11.00 kita langsung bersiap, dan pukul 14.00 WIB kita langsung mengadakan rapat di sini. Tujuannya tidak lain untuk gerak cepat karena secara legalitas kita sudah sangat kuat. Kami langsung menyampaikan SK ini dan berbagi tugas bersama jajaran pengurus,” ujar Riza usai memimpin rapat.

Ia menegaskan, misi utama kepengurusan baru adalah mengembalikan khittah PGRI sebagai organisasi yang benar-benar memperjuangkan kepentingan guru dari berbagai latar belakang, baik guru yang bernaung di bawah Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, sekolah swasta, maupun sekolah negeri.

Menurut Riza, perubahan paradigma menjadi kebutuhan mendesak agar organisasi tidak sekadar menjadi wadah formal, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi para pendidik.

“Misi kita tidak lain bagaimana kita mengurusi guru dari berbagai elemen. Selama ini kesannya guru yang mengurusi pengurus. Sekarang harus dibuktikan bahwa ini adalah organisasi guru. Jangan hanya menempel nama atau tagline saja, tetapi harus membawa manfaat betul dari guru dan untuk guru,” tegasnya.

Lebih lanjut, Riza menyampaikan komitmennya untuk melakukan penataan struktur kepengurusan secara profesional dan proporsional. Ia menilai organisasi pendidikan harus dipimpin oleh sosok-sosok yang memahami dunia pendidikan secara langsung agar kebijakan yang diambil selaras dengan kebutuhan para guru di lapangan.

Lebih lanjut, Riza menyampaikan komitmennya untuk melakukan penataan struktur kepengurusan secara profesional dan proporsional. Ia menilai organisasi pendidikan harus dipimpin oleh sosok-sosok yang memahami dunia pendidikan secara langsung agar kebijakan yang diambil selaras dengan kebutuhan para guru di lapangan.

“Ke depan, pengurus itu kita ambil betul-betul dari guru, setidaknya dari kepala sekolah. Jangan sampai diisi oleh pejabat tertentu yang sudah lain konteksnya dengan dunia pendidikan,” katanya.

Melalui rapat konsolidasi ini, seluruh pengurus inti dan biro diberikan tugas dan tanggung jawab yang jelas agar program organisasi dapat segera dijalankan secara efektif. Pembagian tugas tersebut diharapkan mampu mempercepat proses penguatan organisasi sekaligus menjawab berbagai persoalan yang dihadapi guru di Sumatera Selatan.

BeritaSip.com