PRABUMULIH – Pemerintah Kota Prabumulih kembali melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2026 sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga barang pokok di wilayah Kota Prabumulih. Rapat yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, ini berlangsung secara virtual dari Ruang Rapat Wali Kota pada Senin, 27 April 2026.
Rakor ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI guna memastikan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah tetap terjaga, terutama dalam menghadapi potensi fluktuasi harga komoditas strategis. Selain membahas inflasi, pertemuan ini juga dirangkaikan dengan evaluasi dukungan daerah terhadap Program 3 Juta Rumah serta sosialisasi penyelenggaraan Jaminan Produk Halal.
Poin Utama Pembahasan:
- Stabilitas Harga Pokok: Melakukan pemantauan rutin terhadap komoditas yang rentan mengalami kenaikan harga, seperti beras, cabai, bawang merah, minyak goreng, dan gula.
- Langkah Strategis: Pemerintah Kota Prabumulih menyepakati pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala di titik-titik strategis untuk membantu daya beli masyarakat.
- Evaluasi Distribusi: Meninjau kelancaran rantai pasok dari daerah penghasil guna meminimalisir kendala distribusi akibat cuaca atau transportasi.
Wali Kota H. Arlan menegaskan bahwa pengendalian inflasi adalah prioritas utama untuk menjaga kesejahteraan warga Prabumulih. Berkat konsistensi tersebut, Kota Prabumulih baru-baru ini juga meraih penghargaan nasional kategori Pengendalian Inflasi Terbaik 2026 dari Menteri Dalam Negeri.
Turut hadir dalam rapat tersebut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Muhammad Ali, M.Si, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan instansi vertikal lainnya. Melalui koordinasi ini, diharapkan angka inflasi di Kota Prabumulih tetap terkendali dalam rentang target yang telah ditetapkan. *)






