Ketua DPD ASITA Sumsel: Kembalikan Status Internasional Bandara SMB II untuk Sumsel yang Lebih Maju!

by -316 Views

Palembang – Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Sumatera Selatan, Feby Yoland Effendy, S.IP, M.Si, menegaskan pentingnya percepatan pengembalian status Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang menjadi bandara internasional. Menurutnya, langkah ini akan menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata dan memperbaiki mobilitas masyarakat.

“Kembalinya status internasional Bandara SMB II akan membuka akses lebih luas bagi wisatawan mancanegara serta mempermudah perjalanan ibadah Umroh dan Haji tanpa harus transit di Jakarta,” ujar Feby Yoland dalam pertemuan lintas asosiasi (ASITA Sumsel, AMPHURI Sumbagsel, SAPUHI Sumsel, dan Forum KBIH Sumsel) bersama Ketua DPRD Sumsel, Andi Dinialdie, SE, MM, di Rumah Dinas Ketua DPRD Sumsel, Minggu malam (23/3/2025).

Dampak Besar Penurunan Status Bandara SMB II

Feby Yoland menyoroti bahwa penurunan status Bandara SMB II menjadi bandara domestik sejak 2 April 2024 telah berdampak luas terhadap sektor pariwisata, ekonomi, dan perjalanan ibadah. Keputusan Kementerian Perhubungan berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 31 Tahun 2024 ini menyebabkan terhentinya penerbangan internasional langsung dari Palembang.

Akibatnya, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Palembang mengalami penurunan drastis. Selain itu, harga paket perjalanan ke luar negeri meningkat tajam karena harus melalui Jakarta, yang berimbas pada tingginya biaya operasional bagi biro perjalanan wisata. Hal ini juga menyulitkan perjalanan ibadah Umroh dan Haji, yang kini harus menggunakan charter flight dengan biaya lebih mahal.

“Palembang sebelumnya menjadi pusat transit utama bagi wilayah Sumatera bagian selatan (Sumbagsel). Wisatawan dari Malaysia dan Singapura bisa langsung ke Palembang, begitu juga dengan jamaah Umroh dan Haji yang dapat berangkat langsung ke Madinah atau Mekah. Namun kini, semuanya menjadi lebih sulit dan mahal,” tegas Feby.

Dukungan DPRD Sumsel: Bandara Internasional adalah Kebutuhan Masyarakat

Mendengar aspirasi ini, Ketua DPRD Sumsel, Andi Dinialdie, SE, MM, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya ASITA Sumsel dalam memperjuangkan pemulihan status internasional Bandara SMB II. Ia menyadari bahwa kebijakan ini telah memberikan dampak luas, tidak hanya bagi industri pariwisata, tetapi juga bagi masyarakat umum yang kini harus menghadapi perjalanan yang lebih panjang dan mahal.

“Kami memahami betul keresahan para pelaku usaha pariwisata, biro perjalanan, hingga masyarakat umum. Status internasional Bandara SMB II bukan hanya soal bandara, tetapi juga menyangkut ekonomi daerah, kemudahan perjalanan, dan daya saing Sumsel di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Andi menegaskan bahwa DPRD Sumsel akan mengambil langkah strategis untuk memastikan aspirasi ini sampai ke pemerintah pusat.

“Kami tidak akan tinggal diam. DPRD akan terus mendorong pemerintah pusat agar segera mengembalikan status internasional Bandara SMB II. Ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi juga menjaga keberlangsungan ekonomi dan menarik lebih banyak investasi ke Sumatera Selatan,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan bandara internasional akan menjadikan Sumatera Selatan sebagai destinasi wisata unggulan dan pusat bisnis yang lebih kompetitif. Ia optimistis, jika status ini dikembalikan, maka Sumsel dapat kembali menjadi gerbang internasional utama dengan arus wisatawan yang lebih besar dan konektivitas global yang lebih baik.

“Kami ingin melihat Palembang kembali menjadi pintu gerbang dunia, tempat wisatawan asing bisa langsung datang, tempat masyarakat Sumsel bisa bepergian ke luar negeri dengan lebih mudah, serta tempat industri pariwisata bisa tumbuh dan berkembang pesat,” pungkasnya.(win)

BeritaSip.com