INDRALAYA, BERITASIP.COM- Momen perayaan Hari Ini, diisi dengan berbagai hal. Di Kabupaten Ogan Ilir, peringatan hari ibu diisi dengan workstation peran perempuan di era perubahan. Dalam kesempatan ini, Dra Massuryati ketua KPU Kabupaten Ogan Ilir, menjadi salah seorang Nara sumber workshop, yang dilaksanakan di Aula Caram Seguguk Ogan Ilir, Rabu 28 Desember 2022.
Dalam penyampaian materinya, Massuryati menyampaikan bahwa Perempuan itu sangat hebat, Karna kodrat yang dimiliki perempuan tidak dimiliki oleh laki laki. Dan perempuan juga bisa menduduki jabatan yang satu level dengan laki laki.
“Seorang perempuan harus bisa menunjukkan kemampuannya, kehebatannya. Jangan merasa didiskriminasi, kesempatan untuk merempuan itu sangat terbuka lebar. Banyak hal yang bisa diperankan oleh perempuan. Tidak ada perbedaan untuk ini ibu Dimata hukum, juga di dunia politik perempuan juga di butuhkan,” jelasnya memotivasi.
Hal ini juga yang dialaminya sebagai perempuan yang menunjukkan kemampuannya, Mulai tahun 2008 sebagai penyelenggara pemilu ini, mengatakan bahwa peran perempuan sangat dibutuhkan. Meski di KPU kebijakan yanua sekedar melihat dan memperhatikan peran perempuan, namun dirinya bisa mengambil peluang tersebut.
Bahkan saat ini Hanya di KPU Ogan Ilir yang ada tiga orang perempuan, hal ini menjadi kebanggaan, bahkan yang Ketua KPU sebagai seorang perempuan hanya di Ogan Ilir. “sebagai perempuan harus bangga dan kita mampu membuktikan bahwa perempuan setara berdiri bersama laki laki dalam mengemban amanah dalam menjalankan tugas,” jelasnya.
Diaa juga berpesan agar para perempuan harus tetap semangat, Jangan hanya mengharapkan peran dari seorang suami, dia mengajak agar para perempuan di Ogan Ilir untuk merubah image, yang katanya hanya perempuan hanya bisa bersolek. “kedepan untuk wanita di Ogan Ilir, harus memiliki orientasi yang lebih baik, tunjukkan kemampuan minimal mulai dari lingkungan rumah, keluarga, kantor lingkungan pekerja. Yang penting jangan lupakan Kodrat, sehabat hebat nya perempuan namun jika dirumah harus tetap patuh pada suami, sayang anak dan orang tua,” tandanya.
Sementara hal sama juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Sumsel, Heny mengalltakan bahwa awalnya perayaan hari ibu, berawal dari Pejuang perempuan untuk Indonesia, kemandirian perempuan sesuai tema hari ini, yaitu mendorong kemandirian perempuan Indonesia tidak hanya dari segi ekonomi, namun juga pendidikan kesehatan dan lainnya.
“Dimasa pandemi, para perempuan melakukan pergerakan luar biasa, peran perempuan di era perubahan, diharapkan sesuai arahan presiden, yaitu mampu plneningkatkan peran perempuan dalam kewirausahaan, dan dapat terwujudnya peningkatan pemberdayaan mengurangi kekerasan pada perempuan,” tandanya.(*)






