Koordinator Aksi Alex Kazjuda menyerahkan Berkas Laporan ke Kasi Penkum Kejati sumsel, M Radyan
PALEMBANG,BeritaSip.com – Dua paket pekerjaan pengendalian banjir pada Dinas Pengelolaan Sumber daya Air (PSDA) di Kabupaten Ogan Ilir terindikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dan juga didiga semi fiktif. Halnini diketahui saat lembaga Pemerhati Situasi Terkini (PST) saat demo di Kejati Sumsel, Selasa (21/6/2022).
Koordinator Aksi, Alex Yakduza mengatakan, berdasarkan data yang mereka terima bahwa diduga kuat adanya unsur KKN pada dua paket pekerjaan di Dinas PSDA Sumsel.
Diketahui, dalam permasalahan ini PST membahas pada Pengendalian Banjir Sungai di Kecamatan Pemulutan selatan yang dikerjakan PT samudera Perkasa Kontruksi Rp 4.844.956.000 dan Pengendalian Banjir di Kecamatan pemulutan ilir yang dikerjakan oleh cv Athayajaya Rp 1.714.811.900.

“Dari pekerjaan tersebut kami menduga kuta adanya unsur KKN dan juga semi fiktif. Hal ini setelah kami pantau juga di Kabupaten Ogan Ilir tidak ada yang namanya Kecamatan Pemulutan ilir. Yang ada Kecamatan Pemulutan, Desa Pemulutan Ilir,” ujar Alex didampingi Kordibator Lapangan, Dian.
Dengan demikian, PST mendesak Kejati Sumsel untuk mengusut tuntas dugaan yang mereka sampaikan ke Kejati Sumsel, demi terciptanya pembangunan yang berkulaitas di Sumatera Selatan. PST juga meminta Kejati Sumsel memanggil dan memeriksa pihak terkait sesuai dengan hukum yang berlaku.
Disamping itu, Kasi Penkum Kejati Sumsel, M Radyan menyambut baik apa disampaikan PST.
“Terimkasih apa yang telah disampaikan, kamj akan juga akan meneruskan kepada pimpinan kemudian nanti kita menunggu apakah ditindaklanjuti disini ataukan di daerah. Yang jelas nanti untuk progresnya akan kami sampaikan ke Pemerhati Situasi Terkini,” tukasnya.








